Pelajaran Berharga dari Kisah Sukses Berbisnis Putera Sampoerna  

6 Pelajaran Berharga dari Kisah Sukses Berbisnis ala Putera Sampoerna

Salah satu pemilik perusahaan PT. H.M. Sampoerna yang paling terkenal yaitu Putera Sampoerna. Berkat tangan dingin dan berbagai strategi bisnisnya mampu menjadikan perusahaan keluarga ini menjadi salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia.  Selain itu, kisah sukses berbisnis Putera Sampoerna ini bisa dijadikan pelajaran yang berharga.

kisah sukses berbisnis
kisah sukses berbisnis

Baca juga artikel lain di : http://renaoktriyani.blog.institutpendidikan.ac.id/

Apa saja? Inilah pelajaran yang bisa diambil dari kisah sukses pembisnis Putera Sampoerna:

  1. Merintis Karier dari Bawah

Meskipun menjadi salah satu pewaris perusahaan rokok, lantas tidak membuat Putera Sampoerna dapat dengan mudah menempati posisi yang strategis di perusahaan tersebut. Sebelum menjabat sebagai tim operasional, pria lulusan universitas Houston, Amerika Serikat ini pernah bekerja sebagai pengelola kebun sawit di Singapura.

Selama menjabat di beberapa posisi strategis di perusahaan tersebut, ia berhasil menangani pekerjaan tersebut dengan baik. Hingga akhirnya di tahun 2018 Ia berhasil menjadi pimpinan perusahaan tersebut.

  1. Mampu Menciptakan Inovasi baru

Beberapa kebijakan dan inovasi baru berhasil diciptakan demi kemajuan perusahaan tersebut. Salah satunya yaitu terobosan barunya yang paling terkenal dengan menciptakan produk rokok A Mild yang mempunyai kadar tar dan nikotin yang sangat rendah.

Sehingga A Mild menjadi rokok pertama di Indonesia yang mempunyai kadar nikotin dan tar yang rendah. Selain itu, merek rokok ini juga menjadi salah satu merek andalan dari perusahaan rokok Sampoerna.

  1. Berani Mengambil Keputusan Besar Demi Melebarkan Sayap Bisnis

Hal lain yang paling fenomenal dari generasi ketiga Sampoerna ini yaitu keberaniannya dalam membuat keputusan untuk menjual semua saham miliknya sebanyak 40 persen dengan harga sebesar 18.5 triliun di tahun 2000.

Lalu, hasil penjualan saham tersebut ia gunakan untuk melebarkan sayap bisnis baru di bidang lain seperti keuangan, perkebunan, telekomunikasi, hingga perkayuan, dan lainnya. Nama bisnis baru tersebut yaitu Sampoerna Strategic.

  1. Kerja Keras dan Strategi Bisnis yang Berbuah Manis

Berkat kerja keras serta beberapa terobosan baru dalam berbisnis, menyebabkan Putera Sampoerna menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.

Di tahun 2008, Putera Sampoerna berhasil dinobatkan sebagai orang kaya ke 5 di Indonesia oleh majalah Globe. Sementara di tahun 2010, Ia menjadi orang Indonesia terkaya nomor 9 versi majalah Forbes.

  1. Turut Andil dalam Kegiatan Sosial Melalui Putera Sampoerna Foundation

Sebagai seorang pembisnis, Putera Sampoerna juga turut andil dalam beberapa kegiatan sosial dengan mendirikan organisasi sosial yang bernama Putera Sampoerna Foundation (PSF) di tahun 2001. PSF ini aktif di berbagai kegiatan sosial mulai dari kewirausahaan, pendidikan, hingga kemanusiaan.

Salah satu bentuk organisasi sosial di bidang pendidikan Putera Sampoerna Foundation yang terkenal yaitu Universitas Siswa Bangsa Internasional, kampus yang berfokus di bidang bisnis dan pendidikan.

  1. Turut Andil dalam Dunia Pendidikan

Salah satu andil terbesar dari Putera Sampoerna di bidang pendidikan yaitu mampu menjembatani para calon mahasiswa Indonesia yang ingin belajar di universitas di Amerika Serikat dengan beasiswa.

Selain itu, berdasarkan riset yang dilakukan oleh dagelan.co, melalui program beasiswa ini akhirnya banyak orang Indonesia yang bekerja di Amerika Serikat sehingga dinilai sangat membantu negara Amerika Serikat di sektor ekonomi. Berkat jasanya ini ia dianugerahi gelar Peace Through Commerce Medal Award oleh pejabat perdagangan Amerika Serikat.

Nah, itu tadi beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kisah sukses berbisnis Putera Sampoerna. Semoga perjalanan hidupnya bisa dijadikan inspirasi terutama bagi Anda pengusaha muda yang sedang merintis usaha.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*