Memaksimalkan Teknologi Untuk Pendidikan Anak

Ada sesuatu yang tidak bisa berubah di dunia ini. Terkait dengan Era Digital, yaitu era atau zaman dimana penggunakan alat alat kebutuhan manusia menggunakan angka (digit). Berbagai informasi yang terjadi di belahan dunia kini telah dapat langsung diketahui berkat kemajuan teknologi (globalisasi).

Konstruksi anak dalam cara berfikir dan berinteraksi mengalami perubahan.

Pendidikan Anak Usia Dini pada proses pembelajarannya berpedoman pada prinsip bermain sambil belajar, belajar seraya bermain. Bermain merupakan tuntutan dan kebutuhan bagi anak usia dini, sehingga kegiatan pembelajarannya dilakukan dengan berbagai macam permainan dalam suasana yang menyenangkan dan merangsang anak untuk terlibat secara aktif.

Kompetensi pendidik pun masuk pada kompetensi yang dinamakan “Guru Abad 21” tentunya memiliki kemampuan yang lebih kompleks terkait teknologi. Dengan penggunaan media ini diharapkan dapat menjadi inovasi dan berkembangnya aspek perkembangan anak dari berbagai sisi kehidupan, sosial dan budaya.

Pendidikan memiliki kekuatan untuk berubah dan eksplorasi terhadap teknologi dapat menghasilkan hasil yang signifikan. Namun demikian kontroversi mengenai budaya digital ini di masyarakat masih menjadi sebuah perdebatan.

Ditulis oleh Maria Hatzigianni di Macquarie University, Australia ressearch pada tahun 2017. Pada sebuah artikel membahas tentang ‘pedagogies transformatif’ dalam kaitannya dengan penggunaan teknologi digital yang juga dilakukan oleh para pendidik. Tujuannya adalah untuk mengajarkan keterampilan media yang lebih baik melalui produksi aktif dari berbagai tipe konten media, seperti animasi, blog, dan game digital.

Ini menghasilkan sebuah penekanan pada konotasi positif yang terkait dengan produksi media: keterlibatan, aktivitas, belajar, dan topikalitas sebagai bagian dalam teknologi. Teknologi informasi merupakan studi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer untuk menyimpan, menganalisis dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan dan gambar.

Perangkat lunak memproses transaksi, perangkat lembar kerja dan peralatan komunikasi dan jaringan merupakan contoh teknologi informasi. sangat berkaitan dan ditunjang oleh para pemangku kepentingan seperti pembuat kebijakan, administrator, pendidik, siswa, dan orang tua. (Kengwee:2009).

Dapat meningkat baik dan menjawab tantangan zaman hingga akhir. Kehadiran internet sebagai salah satu bentuk teknologi beberapa dekade yang lalu benar-benar telah merevolusi cara kerja dunia ini dengan begitu cepatnya. Dulu sebelum adanya internet semua hal dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang besar.

Kecepatan informasi membuat waktu terpangkas, dunia ini seperti mengalami lompatan waktu. Penggunaan internet harus disusun sesuai dengan tingkat perkembangan anak-anak dan kebutuhan, dengan penekanan pada penggunaan Internet sebagai sumber informasi secara paralel dengan kegiatan nyata dan mediasi guru untuk tetap interaksi

Batasan batasan fitur, content pada alat alat digital pada proses pembelajaran dikaji selektif mungkin. Penekanan bahwa dengan penggunakan Teknologi ini justru berdampak terhadap berbagai aspek perkembangan anak, yaitu penilaian moral dan agama, motorik, bahasa, kognitif, sosial emosi dan seni.

Berbagai aplikasi poker uang asli dan strategi perangkat dapat dibuat sedemikian rupa sehingga target pencapaian belajar tercapai. Pendampingan guru di sekolah dan orangtua di rumahmenjadi aspek paling penting dalam hal ini.

Untuk mengetahui penggunaan teknologi informasi secara efisien dan efektif diberikan kepada siswa, maka pertama, siswa harus memiliki pengetahuan sebelumnya tentang cara kerja komputer dan cara melakukan online .

Biasanya Kelemahan dalam keterampilan literasi teknis menghambat siswa dalam hal ini. Kedua, situs yang dihadirkan sesuai perkembangan dan memastikan bahwa sumber-sumber di Internet diintegrasikan ke dalam kurikulum. Content sesuai dengan perkembangan kemampuan dan bidang minat mereka (Elkind, 2001).

Ketiga Peran pendidik dalam mengadopsi perspektif transformatif untuk menerapkan teknologi baru, kita membutuhkan pendidik untuk dapat menilai dan mengeksplorasi pengalaman yang dibawa anak ke kelas, guru dapat dengan mudah mengarahkan keterlibatan anak, kompetensi dan kepuasan dari penggunaan teknologi baru dengan merata.

Kemudian melibatkan anak dalam perancangan lewat tekonologi tersebut sehingga guru mengetahui minat dan kebutuhan anak.(Hatzigiany:2017)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*